Pengaplikasian MIAD dalam Psikologi


Matematika? Jangan dikira, ternyata matematika memang suatu ilmu yang terkait dalam segala macam aspek termasuk psikologi. Disini saya akan menjelaskan beberapa penerapannya dalam Psikologi.
Yang kita tahu, psikologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa manusia dan mempelajari tingkah laku dan proses mental. Lalu pada bagian mana pada psikologi yang menggunakan matematika? Salah satunya adalah ilmu statistika, yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data.
Diantarai dua metode pengumpulan data, yaitu kuantitatif dan kualitatif, metode kualitatif lah yang dinilai lebih akurat. karna metode ini mengukur semua yang terjadi dengan angka. mulai awal sampai dengan hasil akhir, semua dipresentasikan dengan angka. Maka dari itu ilmu statistika sangat dibutuhkan psikologi dalam bidang analisis data seperti Pengujian efektivitas terapi, atau pengujian efektivitas pengajaran, dsb. Kedua bidang ilmu tersebut saling membutuhkan dan saling membantu untuk mencari suatu kebenaran.
Untuk penerapan statistik dalam psikologi, saya akan memberikan beberapa contoh, yaitu tentang istilah ASPEK,INDIKATOR, DIMENSI, FAKTOR pada ilmu statistik. Oke, langsung saja ke pembahasan:
Dalam pembuatan skala psikologis, langkah pertama yang dilakukan terlebih dulu adalah menentukan domain pengukurannya. Saat menentukan domain ukur ini kita perlu menentukan aspek atau indikator dari variabel dari data tersebut, tetapi terkadang sulit untuk membedakannya.

ASPEK,INDIKATOR, DIMENSI

Untuk menjelaskan istilah ini, saya akan langsung saja memberikan contoh soalnya. kita akan membuat skala yang mengukur kecemasan. Maka pertanyaannya adalah:

Seperti apa orang yang mengalami kecemasan?
Jawaban yang diberikan misalnya : badan gemetar, muka pucat, jantung berdebar kencang, berkeringat dingin, pikiran kacau, sulit berkonsentrasi, gelisah, perasaan tidak nyaman, dll. Jawaban-jawaban ini sebenarnya merupakan indikator/ simptom atau gejala dari kecemasan yang merupakan item dalam skala.

Indikator-indikator tadi sebenarnya dapat dikelompokkan. Misalnya pikiran kacau, sulit berkonsentrasi dapat dijadikan satu kelompok yaitu ciri-ciri kognitif. Sementara badan gemetar, muka pucat, jantung berdebar dapat dijadikan satu kelompok yaitu ciri-ciri fisik. Kelompok-kelompok inilah yang disebut Aspek. Dalam prakteknya, kita biasanya menemukan aspek terlebih dulu baru kemudian menemukan/membuat indikatornya.

Setelah item-item disusun, maka kita kemudian akan menentukan penskalaannya. Misalnya kita bisa menggunakan model penskalaan Likert (dalam statistik), dengan kategori Selalu sampai Tidak Pernah (subjek diminta menilai frekuensi) atau kategori Sangat Kuat sampai Sangat Lemah (subjek diminta menilai intensitas kecemasan yang dirasakan). Intensitas dan frekuensi inilah yang disebut Dimensi.

Faktor yaitu variabel-variabel lain di luar variabel yang akan kita ukur yangmendukung atau menghambat variabel yang akan kita ukur. Misalnya variabel yang akan kita ukur adalah kecemasan. Aspek akan berisi pengelompokan indikator/simptom. Dimensi terkait dengan dimensi pengukuran kecemasan (intensitas atau frekuensi). Faktor akan terdiri dari variabel yang mempengaruhi kecemasan, misalnya dukungan sosial, kondisi fisik, dll

Daftar Pustaka :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/aplikasi-miad-yang-bisa-digunakan-dalam-bidang-psikologi/
http://wulansarisumihadi.wordpress.com/2009/02/03/pengertian-statistika-dan-manfaatnya/
http://psikologistatistik.blogspot.com/search/label/Analisis%20Varian
http://psikologistatistik.blogspot.com/search/label/Pengukuran%20Psikologi%20dan%20Pendidikan

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: