dan, sebuah jurnal ”FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU MEROKOK PARA REMAJA”

Yah sebentar lagi kita akan menhadapi pergantian tahun.. 2011? Oke dan lanjut ke 2012. Pada detik detik terakhir seperti ini saya masih diharuskan untuk menulis, haha ya dinikmati sajalah🙂
Sekarang saya akan membahas sebuah jurnal yang berhubungan dengan pengaruh psikologis yang ada dimasyarakat pada umumnya, yaitu “FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA”, oleh Komalarasi D. dan Helmi A.F (Universitas Islam Indonesia, Universitas Gajah Mada), yang walaupun sebenarnya lebih condong pada permasalahan sosial remaja. Ya, tapi mari kita ulas materinya dari sudut pandang psikolog, dan berikut kutipan yang saya ambil dari jurnal tersebut.


Tembakan pada rokok merupakan zat adiktif karena sifatnya yang membuat adiksi (ketagihan) dan dependensi (ketergantugan) maka dari itu rokok juga masuk kedalam golongan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Ketergantungan dari roko ini dipersepsikan oleh perokok sebagai kenikmatan yang memberikan kepuasan psikologis. Gejala ini dapat dijelaskan dari konsep tobacco depedency (ketergantungan rokok). Yang arti nya, perilaku merokok merupakan perilaku yang menyenangkan dan bergeser menjadi aktivitas yang bersifat obsesif (jurnal dian & alvin 2005). Hal ini dikarenakan nikotin yang bersifat adiktif. Mereka yang sudah ketagihan dan ketergantungan rokok bila pemakaiannya dihentikan akan timbul “sindrom putus rokok” dengan gejala seperti : ketagihan rokok (Craving), mudah tersinggung dan marah, cemas dan gelisah, gangguan konsentrasi, tidak dapat diam, tidak tenang, nyeri kepala, mengantuk dan gaangguan pencernaan. Merupakan suatu gejala yang buruk bagi psikis maupun fisik, dimana sindrom putus rokok mengakibatkan yang bersangkutan akan menghisap kembali rokok dengan jumlah yang semakin banyak dan semakin sering (bertambah dalam segi kulaitas dan kuantitas).
Dengan merujuk konsep tranmisi perilaku, pada dasarnya perilaku dapat ditranmisikan melalui tranmisi vertikal dan horisontal (Berry dkk, 1992 dalam jurnal Dian & Alvin 2005). Tranmisi horisontal adalah lingkungan teman sebaya dan tranmisi vertikal adalah sikap permisif orang tua terhadap perilaku merokok. Dalam penelitian ini ada 3 faktor penyebab perilaku merokok pada remaja yaitu kepuasan psikologis, sikap permisif orang tua terhadap perilaku merokok remaja, dan pengaruh teman sebaya.
Salah satu yang dapat digunakan untuk menjelaskan perilaku transmisi pada perokok adalah teori social cognitive learning dari Bandura (dalam jurnal Dian & Alvin2005). Menurut teori ini perilaku individu disebabkan oleh pengaruh lingkungan, individu, dan kognitif. Perilaku merokok tidak sematamata merupakan proses imitasi dan penguatan positif dari keluarga maupun lingkungan teman sebaya tetapi juga adanya pertimbangan-pertimbangan atas konsekuensi perilaku merokok. Dalam kaitan ini, seperti yang telah diuraikan bagian terdahulu, jika orang tua atau saudaranya merokok merupakan agen imitasi yang baik. Jika keluarga mereka tidak ada yang merokok, maka sikap permisif orang tua merupakan pengukuh posit atas perilaku merokok. Demikian halnya yang terjadi pada kelompok teman sebaya. Teman sebaya mempunyai peran yang sangat berarti bagi remaja, karena masa tersebut remaja mula memisahkan diri dari orang tua dan mulai bergabung pada kelompok sebaya.

Sedikit kutipan dari jurnal tersebut menjelaskan bahwa merokok memiliki pengaruh dan dampak yang memang sangat berbahaya bagi tubuh manusia, dan parahnya lagi para remaja dengan sifatnya yang masih ingin mencoba berbagai hal baru kebanyakan terpancing untuk mencoba merokok. tentunya untuk menanggulangi hal ini akan sangat berguna bila kita menerapkan ilmu psikologi.
Merokok pada masa remaja ini merupakan suatu permasalahan yang bisa memancing untuk membuka masalah-masalah lainnya. Dampak kesehatan dari merokok seperti penyakit kadiovaskular, impotensi, kanker, gangguan paru-paru dan jantung yang bisa muncul dalampenggunaan rokok jangka panjang tentunya sangat berbahaya bila dikonsumsi sejak remaja, apalagi rokok mengandung nikotin yang bersifat adiktif atau ketergantungan. Bila penyebab dari perilaku merokok itu sendiri datang dari lingkungan yang sangat berpengaruh seperti orang tua dan keluarga yang mengizinkan, teman sebaya yang mengajak untuk merokok, tentunya akan sulit untuk remaja menolak godaan untuk merokok. Maka dari itu kecenderungan seorang remaja untuk mulai hingga menjadi perokok yang adict sebenarnya bisa dicegah dengan peran orang-orang disekitarnya.
Sifat permisif terhadap merokok dalam kerularga tentunya harus dikurangi bila tidak ingin remaja tersebut merokok. Dan perlunya untuk mewaspadai dan mengawasi pergaulan teman remaja. Sosialosasi, pembelajaran, tambahan pengetahuan dan penyuluhan-penyuluhan larangan merokok, dampak-dampak merokok merupakan langkah yang baik untuk menanamkan persepsi dan pemahaman anti merokok pada diri remaja. Tetapi perilaku merokok juga biasanya lebih didasarkan pada emosional. Oleh karena itu terkadang menggunakan pendekatan kognitif seperti yang disebutkan malah membuat remaja melakaukan “pemberontakan”. Pendekatan halus dan bersifat afeksional merupakan suatu metode untuk remaja dengan kasus tersebut.

Sumber jurnal:
Komalasari D., Helmi A.F. (2005). Faktor-faktor Penyebab Perilaku Merokok Pada Remaja. Jurnal. Uneversitas Islam Indonesia, Universitas Gajah Mada

Sumber gambar:

  1. Dikarenakan sudah aktifnya kembali pembelajaran mata kuliah softskill,akan lebih baik jika blog anda menyisipkan link Universitas Gunadarma yaitu http://www.gunadarma.ac.id untuk salah satu krieria penilaian mata kuliah softskill juga sebagai identitas anda sebagai mahasiswa di Universitas Gunadarma.. terima kasih🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: